Bagaimana mengolah sampah

Dikumpulkan dan disusun kembali oleh Pengurus OSIS 2017

S A M P A H dan sampah. Jika mendengar kata ini, semua pasti akan langsung tertuju pada sebuah benda yang sangat menjijikkan. Dimana biasanya sampah itu mempunyai bau yang sangat menyengat. Bahkan anda pasti akan menutup hidung Anda saat melewati bak sampah atau Anda yang dilewati oleh truk dengan muatan sampah. Sampah merupakan material yang dibuang dari sisa kegiatan rumah tangga. Sebenarnya sampah dapat kita bedakan menjadi dua yaitu, sampah organik dan anorganik.

Dan tahukah Anda jika ternyata ada acara mengelolah sampah tersebut? Kita akan membahasnya satu persatu dari pengenalan apakah sampah organic dan anorganik itu, sampai kita temukan cara mengolah sampah tersebut. Sampah Organik Kita mulai bahasan kita mengenai sampah organik dan anorganik ini dimulai dari mengetahui dulu apa itu sampah organik dan tergolong sampah yang gampang busuk. Seperti apa contohnya? Contoh dari sampah ini seperti sisa makanan, dedaunan dan masih banyak lagi.

Sebenarnya sampah sejenis ini masih bisa kita manfaatkan lagi. Asalkan kita tahu kegunaan dan cara mengolahnya. Jenis sampah organik bisah kita manfaatkan lagi menjadi pupuk kompos. Karena sampah organik berasal mahluk hidup seperti hewan dan juga tumbuhan, bahkan tidak menutup kemungkinan dari manusia itu sendiri. Sampah organik basah. Yang dimaksud dengan sampah organik basah yaitu sampah yang mempunyai kadar kandungan air didalamnya. Contohnya buah dan sayuran.

Bagai mana cara mengolah sampah organik dan anorganik kita bisa memulai mencoba mendaur ulang sampah. Yaitu memanfaatkan sampah organik dijadikan alih fungsimenjadi barang lain. Atau kita bisa mengubah sampah ini menjadi pupuk kompos. Sampah Anorganik Pengolahan sampah anorganik. Sampah anorganik termasuk jenis sampah yang memerlukan waktuyang cukup lama dalam penguraianya. Sampah anorganik kebanyakan berasal dari sumber daya alam, contohnya seperti plastik dan aluminium. Sampah anorganik yang terlihat nyata dalam rumah tangga adalah berupa botol plastik, tas plastik, kaleng dan lain sebagainya. Dan banyak sekali dampak negatif bagi alam yang disebabkan oleh sampah anorganik ini, diantaranya menurut kualitas lingkungan dan juga menurunkan estetika lingkungan. Sampah yang berserakann dan bauh akan menjaikan lingkungan tidak nyaman untuk ditempati.

Bagai mana cara mengolah sampah anorganik? Sampah anorganik sebaiknya kita daur ulang kembali. Jangan membuangnya secara sembarangan, karena jenis sampah ini tidak mudah untuk hancur. Disini kita memerlukan kreatifitas tinggi untuk mengubah sampah tersebut menjadi menjadi kertas, mungkin anda tidak perlu berpikir panjang lagi. Karena anda bisa menjualnya kepada tukang loak, dan anda dapat mendapatkan uang hasil penjualan sampah anorganik tersebut. Tapi anda akan berpikir jika sampah anorganik anda adalah sisa kain. Saya sarankan anda memanfaatkanya. Mungkin bisa anda gunakan sebagai kain untuk mencuci motor, atau jika anda kreatif anda bia membuat keset menggunakan sisa-sisa kain tersebut. Sekarang tentunya anda sudah bisa menyikapi secara bijaksana tindakan apa yang anda lakukan, baik pada sampah organik dan anorganik yang berada dirumah anda atau sekitar anda. Jangan pernah membuang sampah pada sungai dan selokan. Karena itu akan merusak alam dan merusak ekosistem

 1,759 total views

Bank Sampah di Sekolah, Bentuk Pendidikan Lingkungan Di Sekolah

Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank.

Menabung sampah saja belum cukup jika tidak adanya keterampilan dalam pengolahan sampah tersebut. Sebuah solusi yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam ilmu keterampilan dengan pemanfaatan bank sampah sekolah melalui mata pelajaran seni budaya.Siswa akan dilatih untuk mencipatakan sebuah karya seni di mata pelajaran seni budaya dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang mereka tabung di bank sampah sekolah. Hal ini bertujuan untuk mencipatakan generasi yang dapat berpikir kreatif dalam persaingan di era globalisasi pada saat ini.

Bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki buku rekening layaknya perbankan. Namun yang ditabung bukan uang, melainkan sampah yang memiliki nilai ekonomis (seperti: plastik dan besi). Warga yang menabung sampah disebut nasabah dan memiliki buku tabungan. Sampah yang ditabung kemudian ditimbang, dicatat dan nanti akan dihargai sejumlah uang. Sampah yang terkumpul ini kemudian akan dijual ke pengepul.

Bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki buku rekening layaknya perbankan. Namun yang ditabung bukan uang, melainkan sampah yang memiliki nilai ekonomis (seperti: plastik dan besi). Warga yang menabung sampah disebut nasabah dan memiliki buku tabungan. Sampah yang ditabung kemudian ditimbang, dicatat dan nanti akan dihargai sejumlah uang. Sampah yang terkumpul ini kemudian akan dijual ke pengepul.

Konsep bank sampah juga bisa diterapkan di sekolah yang di beri nama dengan Bank Sampah Sekolah. Tujuan didirikan bank sampah di sekolah secara umum untuk melatih siswa menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi volume sampah, menjadikan sampah mempunyai nilai ekonomis.

Dalam bank sampah sekolah tersebut, semua warga sekolah terlibat di dalamnya. dari siswa, guru, karyawan, petugas kantin, penjaga kebersihan sekolah, dan juga kepala sekolah. Partisipasi siswa, guru, dan karyawan dalam bank sampah antara lain sebagai pengurus, nasabah, sebagi petugas pemilah sampah dan sebagai petugas daur ulang sampah.

 4,848 total views

Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Workshop Guru

Era Globalisasi saat ini menuntut kemampuan daya saing yang kuat dalam teknologi, manajemen dan sumber daya manusia yang mampu bersaing baik ditingkat nasional maupun internasional. Keunggulan teknologi akan menurunkan biaya produksi, meingkatkan kandungan nilai tambah, memperluas keragaman dan meningkatkan mutu produk. Keunggulan manajemen dan sumber daya manusia yang memiliki daya saing tinggi akan menjadi daya tawar tersendiri di era global ini.

Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, khususnya peningkatan mutu pendidik di SMP Negeri 4 Purworejo sebagai salah satu sekolah unggulan, maka penyelanggaraan Workshop Pengembangan Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, silabus dan RPP merupakan suatu hal yang sangat diperlukan. Kegiatan yang berlangsung tanggal 12-13 Juli 2018 diikuti oleh seluruh tenaga pendidik yang ada di sekolah.

Pada tahun pelajaran 2018/2019 ini, SMP Negeri 4 Purworejo melaksanakan Kurikulum 2013 untuk kelas 7 dan 8, sedang kelas 9 masih menggunakan kurikulum 2006. Untuk itu, perlu penyiapan yang matang baik administrasi maupun kesiapan materi bagi guru. Selain itu, SMP Negeri 4 Purworejo juga merupakan sekolah Adiwiyata yang tengah menyiapkan diri pada tahun pelajaran ini untuk maju sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat nasional. Pengembangan sekolah adiwiyata juga menjadi prioritas.

 1,701 total views,  2 views today

Page 25 of 29
1 23 24 25 26 27 29