Pelatihan Siaga Bencana, SMPN 4 menjadi tempat simulasi

PURWOREJO, FP – SMPN 4 Purworejo bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah dan PMI Purworejo menggelar Pelatihan Siaga Bencana Berbasis Sekolah Bagi Pembina Palang Merah Remaja (PMR) Madya. Kegiatan berlangsung selama tiga hari mulai Selasa-Kamis (24-26 September 2019) dikuti 69 perwakilan Pembina Palang Merah Remaja (PMR) Madya se-Kabupaten Purworejo. Kepala SMPN 4 Purworejo, Drs Eko Partono, MM.Pd menerangkan, tujuan kegiatan agar para PMR Madya memiliki kemampuan mandiri dalam menghadapi bencana. “Tidak hanya di sekolah, tapi juga di lingkungan mereka tinggal,”kata Eko Partono. Disebutkan, dengan mengikuti kegiatan tersebut ketika terjadi bencana para PMR Madya sudah tahu apa yang harus dilakukan dalam mengambil tindakan. “Mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan dan tahu bagaimana membawa teman-temannya menyelamatkan diri,”ucapnya. Sementara Dra Nunun Dwi Yuniati, M.Pd dan Hastuti, S.Pd selaku panitia kegiatan menambahkan, kegiatan Pelatihan Siaga Bencana Berbasis Sekolah Bagi Pembina Palang Merah Remaja (PMR) Madya se-Kabupaten Purworejo tahun 2019 diikuti perwakilan dari 54 sekolah negeri dan swasta. “Adapun materinya meliputi kesiapsiagaan bencana, triase, praktek pertolongan dan diakhiri dengan simulasi bencana gempa,”kata Nunun.

Nunun menyebut, kegiatan itu sangat penting karena banyaknya korban bencana bukan karena bencana itu sendiri melainkan ketidak tahuan dan kesiap siagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. “Minimal dengan pemahaman ini bisa mengurangi resiko korban dan selalu waspada karena bencana datang secara tiba-tiba dan tidak direncanakan,”tandas Nunun. Pantauan lapangan, simulasi diawali dengan adanya gempa tektonik berkekuatan sekitar 6 SR. Sekolah lalu membunyikan sirine sebagai tanda bahaya. Siswa yang masih berada di dalam kelas diarahkan menyelamatkan diri, memanfaatkan benda-benda di sekitarnya untuk berlindung. Setelah gempa berhenti, arahan berlanjut untuk menuju titik kumpul. Sekitar 15 siswa yang mengalami luka ringan hingga berat, langsung diberi pertolongan pertama. Pihak sekolah menghubungi PMI untuk memberikan penanganan medis lanjutan dan membawa korban parah menggunakan ambulance ke fasilitas kesehatan terdekat. (war)

Sumber : https://fokuspurworejo.com/2019/09/26/kerjasama-pmi-dan-smpn-4-puluhan-pembina-pmr-madya-dilatih-hadapi-bencana/

 2,847 total views,  10 views today

Jalan Sehat Meriahkan HUT SMPN 4 Purworejo ke 61

KORANJURI.COM – Memeriahkan HUT nya yang ke 61, SMPN 4 Purworejo mengadakan kegiatan jalan sehat, Jum’at (2/8) pagi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, yang jumlahnya mencapai 768 orang, para guru dan karyawan, pengurus komite, serta para alumni yang tergabung dalam Alpega Alspenska.

Mengambil rute sejauh kurang lebih 5 km dengan mengelilingi kota Purworejo, jalan sehat dimeriahkan dengan penampilan grup drum band SMP N 4 pada barisan terdepan. Rute yang dilalui, mengambil start dari sekolah, kemudian menuju arah selatan, sampai bundaran ke arah barat hingga SMP N 1, lalu ke arah utara hingga stasiun, lalu ke arah timur hingga Miki Mouse, ke arah selatan hingga perempatan BPD, ke barat hingga perempatan BRI, lalu kembali ke sekolah.

“Tahun ini, peringatan HUT memang kita laksanakan dalam kesederhanaan. Kegiatan hanya Lomba tumpeng antar kelas, dan jalan sehat,” ujar Drs Eko Partono, MPd, Kepala SMP N 4 Purworejo.

Dengan bertambahnya usia, Eko Partono berharap, visi misi SMP N 4 tercapai, pendidikan karakter dapat menjadi contoh dan rujukan bagi sekolah sekitar, serta bisa menjadi motivasi siswa untuk mengembangkan ide-ide kreatifnya.

Eko Partono, yang didampingi Emi Nurhidayati selaku Humas menjelaskan, dalam pengembangan pendidikan karakter di SMP N 4 Purworejo, setiap pagi, para guru selalu menyambut siswa dengan senyum, sapa, dan bersalaman, memberikan keteladanan tanggungjawab pada setiap siswa untuk menjadi tauladan bagi dirinya sendiri dan masyarakat.

Pemotongan tumpeng, menandai puncak peringatan HUT SMP N 4 Purworejo ke 61, yang dilakukan oleh Ketua Komite, Masrukhin, dan diberikan kepada Eko Partono, selaku Kepala Sekolah - foto: Sujono/Koranjuri.com

Pemotongan tumpeng, menandai puncak peringatan HUT SMP N 4 Purworejo ke 61, yang dilakukan oleh Ketua Komite, Masrukhin, dan diberikan kepada Eko Partono, selaku Kepala Sekolah – foto: Sujono/Koranjuri.com

“Dengan mengedepankan pendidikan karakter, endingnya pasti baik (positif),” kata Eko Partono.

Pada kesempatan tersebut, Prabantoro, selaku ketua umum Alpega Alspenska berpesan, khususnya untuk para alumni, agar selalu cinta almamater, jangan pernah melupakan almamater, serta bisa memberikan amal baiknya untuk almamater.

“Hal itu sudah kita buktikan, pada Lustrum ke 12 tahun lalu. Dari alumni telah menyumbang alat drumband untuk sekolah,” terang Prabantoro.

Puncak peringatan HUT SMP N 4 Purworejo yang ke 61, dengan tema `SMP Empat Hebat, SMP Sekawan Menawan` ini, ditandai dengan pemotongan tumpeng, yang dilakukan oleh Masrukhin selaku Ketua Komite, dan diberikan kepada Eko Partono selaku kepala sekolah. (Jon)

 3,124 total views,  6 views today

Tidak Lihat Kualitas, Semua Dipamerkan

PURWOREJO  –  Goresan kuas cat warna di atas kanvas anak-anak SMPN 4 Purworejo dan beberapa sekolah lain di Purworejo dipamerkan di Gedung Kesenian Sarwo Edhie Wibowo, Jumat (21/6). Meski hanya sehari, kegiatan ini cukup menarik karena baru kali pertama karya anak dipamerkan tanpa ada kompetisi.

“Ada sekitar 100 karya lukis dengan aneka corak yang dipamerkan. Ini karya anak, baik dari sekolah kami maupun sekolah lain di Purworejo,” kata ketua pameran Riyandika Fahmi Rahmansyah di sela acara.

Menurutnya, karya itu merupakan hasil penugasan guru yang diberikan sebelum puasa lalu. Gambar yang ada dipamerkan semuanya, tanpa melihat bagus jeleknya gambar.

“Sekolah kami tidak ada ekstra menggambar dan pameran ini juga menjadi yang pertama bagi teman-teman karyanya dipajang dilihat banyak orang,” tutur Fahmi.

Peserta dari luar SMPN 4, Zulfatus Tsuraya mengatakan, menampilkan karya dan dilihat publik menjadi yang kali pertama  diikuti. Dia hanya mengirimkan satu karya dari dua karya yang dimiliki. “Saya ingin ikut saja. Tahu ada kegiatan ini dari media sosial,” kata siswi SMPN 1 Purworejo ini.

Guru Seni Budaya Seni Rupa SMPN 4 Purworejo Kadek Arya mengatakan, memamerkan karya anak memang sudah kali kesekian diadakan sekolah. Hanya, tampilan karya itu  digelar di lingkungan sekolah saja, baik karya lukis mulai dari tema umum sampai batik.

“Media menggambar anak juga kita lebih banyak ke kertas gambar. Dan kesempatan terakhir anak-anak diajak menggunakan kanvas. Ternyata hasilnya menarik. Dari situlah muncul pemikiran untuk menampikan di pameran yang lebih luas,” kata Kadek.

Ide itu disampaikan pula ke Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya di Kabupaten Purworejo. Ada sambutan dari anggota MGMP dan disepakati untuk menggelar pameran bersama dan yang punya gawe adalah SMPN 4. “Memang tidak semua sekolah memberikan respon, karena tidak semuanya memiliki mapel seni lukis,” tambahnya.

Diakui, gambar yang ada memang tidak dilombakan dan tidak menentukan gambar yang akan dipamerkan. Ini memberikan edukasi kepada anak untuk berani tampil. Jika harus ditentukan mana yang bagus dan jelek, dia melihat jika hal itu menjadi sebentuk intimidasi.

Kepala SMPN 4 Eko Partono menyambut baik pameran tersebut. Kebetulan sekolahnya berada dekat dengan Gedung Kesenian Sarwo Edhie Wibowo, sehingga orang tua yang mengambil rapor kenaikan langsung diarahkan untuk menuju ke lokasi pameran. “Berani tampil menjadi modal anak untuk pijakan mereka melangkah ke depan,” ujarnya. (udi/laz/by)

 3,032 total views,  5 views today

Page 24 of 32
1 … 22 23 24 25 26 … 32