Ribuan Peserta Ikuti Jalan Sehat Unik SMP N 4 Purworejo
KORANJURI.COM – Ribuan peserta, mengikuti kegiatan Jalan Sehat Unik, yang diselenggarakan SMP N 4 Purworejo, Sabtu (4/8) pagi. Jalan sehat ini, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka Lustrum ke XII Alpega Alspenka, dan HUT SMP N 4 Purworejo yang ke 60.
Wabup Purworejo, Yuli Hastuti, secara resmi melepas jalan sehat unik ini. Dalam sambutannya, Yuli Hastuti mengucapkan selamat atas HUT ke 60, dan memberikan apresiasi pada pihak sekolah yang telah menyelenggarakan jalan sehat dengan mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan.
“Jaga sopan santun di jalan. Semoga, dengan kegiatan seperti ini, SMP N 4 Purworejo makin maju,” ujar Yuli Hastuti.
Menurut Prabantoro, Ketua Panitia Reuni Akbar SMP N 4 Purworejo, dalam jalan sehat unik ini, pihak panitia menyediakan hadiah utama sepeda motor. Hadiah lainnya, sepeda gunung,TV, kulkas, mesin cuci, kompor gas, kipas angin, dispenser, dan masih banyak lagi.
Khusus peserta unik, jelas Prabantoro, setiap kelas mengirimkan dua peserta, dengan menggunakan bahan limbah sebagai kostumnya, juga peserta umum dan alumni. Dan ada penilaian khusus bagi peserta unik ini, dengan pemberian hadiah sejumlah uang untuk peserta terunik juara satu, dua dan tiga.
“Ini sebagai perwujudan kami, cinta pada almamater,” ungkap Prabantoro, terkait kegiatan tersebut.
Dijelaskan Prabantoro, sengaja memakai tema unik, agar masyarakat tahu, bahwa limbah itu, ternyata ada manfaatnya. Dengan limbah, juga memancing siswa untuk lebih berkreasi, memanfaatkan sesuatu yang tidak berharga, menjadi lebih berharga dan istimewa.
“Kegiatan ini baru pertama kali diadakan. Kedepan, lima tahun sekali diagendakan reuni akbar, dengan mengumpulkan alumni dari semua angkatan,” jelas Prabantoro.
Sementara itu, Yosiyanti Wahyuningtyas, Kepala Sekolah SMP N 4 Purworejo menjelaskan, bahwa peserta jalan sehat unik ini mencapai 2 ribu orang. Pesertanya, para siswa, alumni, dan masyarakat umum.
“Ini salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Lustrum ke XII Alpega Alspenka, dan HUT SMP N 4 Purworejo yang ke 60,” jelas Yosiyanti.
Kegiatan, kata Yosiyanti, diawali dengan try out ujian SD, bazar/pasar murah, lomba nyanyi berlian, lomba tembang kenangan, lomba putra putri Berlian, pelatihan jurnalistik, jalan sehat unik, malam tirakatan, dan diakhiri dengan resepsi reuni akbar. (Jon)
2,813 total views


Limbah merupakan hasil buangan dari aktifitas atau proses produksi dalam kegiatan sehari-hari yang pada konsentrasi tertentu dapat menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak ditangani dengan tepat. Pada dasarnya limbah dibagi atas limbah organik dan limbah anorganik. Limbah organik adalah limbah yang dapat membusuk, sedangkan limbah anorganik merupakan limbah yang tidak dapat membusuk. Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai limbah anorganik. Contoh dari limbah anorganik diantaranya plastik, kayu, botol, kaca, batrei dan lain-lain. Plastik merupakan nama yang digunakan untuk mewakili ribuan bahan yang berbeda sifat fisis, mekanis, dan kimia. Secara garis besar plastik dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yakni plastik yang bersifat thermoplastic dan yang bersifat thermoset. Thermoplastic dapat dibentuk kembali dengan mudah dan dapat diproses dalam bentuk lain, sedangkan jenis thermoset bila telah mengeras tidak dapat dilunakkan kembali. Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan plastik terus meningkat. Data BPS tahun 1999 menunjukkan bahwa volume perdagangan plastik impor Indonesia, terutama polipropilena (PP) pada tahun 1995 sebesar 136.122,7 ton sedangkan pada tahun 1999 sebesar 182.523,6 ton, sehingga dalam kurun waktu tersebut terjadi peningkatan sebesar 34,15%. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya.Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah plastikpun tidak terelakkan. Menurut Hartono (1998) komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah 9,3% dari total sampah rumah tangga. Di Jabotabek rata-rata setiap pabrik menghasilkan satu ton limbah plastik setiap minggunya. Jumlah tersebut akan terus bertambah, disebabkan sifat-sifat yang dimiliki plastik, antara lain tidak dapat membusuk, tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air, maupun tidak dapat berkarat, dan pada akhirnya akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan. (YBP, 1986).
Dan tahukah Anda jika ternyata ada acara mengelolah sampah tersebut? Kita akan membahasnya satu persatu dari pengenalan apakah sampah organic dan anorganik itu, sampai kita temukan cara mengolah sampah tersebut. Sampah Organik Kita mulai bahasan kita mengenai sampah organik dan anorganik ini dimulai dari mengetahui dulu apa itu sampah organik dan tergolong sampah yang gampang busuk. Seperti apa contohnya? Contoh dari sampah ini seperti sisa makanan, dedaunan dan masih banyak lagi.