Membentuk Karakter Profil Pelajar Pancasila melalui Projek Gaya Hidup Berkelanjutan

SMPN 4 Purworejo, mengadakan pembelajaran Projek Gaya Hidup Berkelanjutan, yang merupakan bagian dari pelaksanaan Kurikulum Merdeka bagi kelas VII. Projek pertama ini, bertujuan untuk membentuk karakter Profil Pelajar Pancasila pada siswa, sesuai yang dirumuskan dalam Kurikulum Merdeka

Dijelaskan oleh Kepala SMPN 4 Purworejo, Suswanto, S.Pd., M.M.Pd., melalui Enang Kuncoro, S.Pd., Waka Kurikulum, dalam Kurikulum Merdeka, diharapkan ada pembelajaran berbasis projek sebanyak 25 persen, dan lainnya pembelajaran tatap muka.

“Tujuan dari pembelajaran projek ini memang arahnya ke penguatan karakter, sebanyak karakter pada Profil Pelajar Pancasila, yakni, Bertakwa Kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia, Kebhinekaan Global, Mandiri, Gotong Royong, Kreatif dan Bernalar Kritis,” ujar Enang, Sabtu (17/09/2022).

Diharapkan, kata Enang, anak punya dimensi karakter tersebut di dalam pembelajaran. Dan projek memang menghasilkan suatu produk, dengan waktu pelaksanaan 2 minggu.

Dan di hari terakhir, Sabtu (17/09/2022), siswa mendisplaysikan hasil karyanya atau produk Projek yang sudah dibuat selama 2 minggu. Dalam hal ini, yang menjadi fokus pada pembentukan karakter selama proses pembelajarannya.

“Jadi yang dinilai bukan hasil produknya. Tapi karakter anak waktu mengerjakan, bagaimana kerjasamanya, kemandiriannya, dan lain sebagainya. Itu tujuannya seperti itu,” terang Enang.

Dalam Projek bertema Gaya Hidup Berkelanjutan ini, materinya daur ulang kain perca, dimana perca diolah atau dibuat menjadi keset, rak gantung dan juga taplak meja. Selama prosesnya, siswa menjahit sendiri yang di dalam pelaksanaannya dibagi menjadi 3 kelompok per kelas, dibantu fasilitator dari guru. Fasilitator tersebut juga memberikan penilaian pada karakter siswa.

“Dalam Kurikulum Merdeka isinya ada tiga, ko kurikuler, intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Projek yang kita lakukan saat ini, intrakurikuler,” jelas Enang.

Dalam satu tahun, ada 6 projek yang harus dilaksanakan dengan tema yang berbeda. Dan sesuai amanat Kurikulum Merdeka, bahwa harapannya, selain mempunyai akademik yang baik, juga memiliki karakter-karakter yang diharapkan anak seperti yang tertuang dalam Profil Pelajar Pancasila.

“Jadi anak diharapkan nanti sampai kelas IX dan lulus itu punya karakter tersebut, yang tertanam di jiwa anak,” kata Enang.

Tahapan yang dilakukan siswa selama 2 minggu dalam pelaksanaan Projek Gaya Hidup Berkelanjutan, jelas Enang, meliputi penjelasan tentang materi proyek, penjelasan display, penilaian proyek dan reward, pembagian tugas peserta didik di masing-masing kelompok.

Dilanjutkan dengan pengumpulan dan pemilahan kain perca di masing-masing kelompok, mencari prosedur pembuatan karya menggunakan gawai (kreativitas masing-masing kelompok), proses pembuatan karya, presentasi hasil tiap karya,
persiapan display dan penataan ruang serta display dan kunjungan kelas.

“Produk hasil karya siswa ini ditinjau dan diberikan penilaian sebagai bentuk apresiasi oleh Kepala Sekolah dan Komite,” pungkas Enang. (Jon)

 2,258 total views,  3 views today

0Shares